NEWS UPDATE :  

Berita

SELAMAT HARI BAPAK PRAMUKA INDONESIA

Sri Sultan Hamengkubuwono IX dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Beliau sangat berjasa dalam pembentukan organisasi pramuka di Indonesia. Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912. Beliau memiliki nama kecil Gusti Raden Mas Dorojatun. Beliau merupakan putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah atau Kanjeng Ratu Alit.

Keterlibatannya dalam Pramuka dimulai sejak ia masih kanak-kanak. Sri Sultan Hamengkubuwono IX sudah aktif dalam bidang organisasi kepanduan sejak masih muda. Sekitar awal tahun 1960-an, beliau diangkat menjadi Pandu Agung atau pemimpin kepanduan, bersama Soekarno, Presiden Indonesia saat itu, berencana untuk menyatukan organisasi kepanduan serta mendirikan organisasi pramuka di Indonesia.

Pada 9 Maret 1961, Presiden Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota panitianya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh serta Achmadi. Empat anggota panitia ini akhirnya menyusun Anggaran Dasar Gerak Pramuka serta Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961, tentang Pramuka. Secara garis besar, keputusan presiden tersebut berisikan penetapan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditujukan untuk mendidik kepanduan anak serta pemuda Indonesia. Organisasi pramuka resmi berdiri pada 14 Agustus 1961. Organisasi pramuka tersebut merupakan peleburan dari berbagai organisasi kepanduan di Indonesia. Kata 'Pramuka' diambil dari kata 'Poromuko', yang berarti prajurit terdepan dalam sebuah peperangan. Selain itu, kata 'Pramuka' merupakan singkatan dari 'Praja Muda Karana', yang berarti jiwa-jiwa muda yang berkarya.

Jasa Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam bidang pramuka terdengar hingga ke mancanegara. Hal ini membuat ia dianugerahi Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM), pada 1973. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi untuk mereka yang sungguh berjasa besar dalam pengembangan pramuka.